Kamis, 14 Juni 2012

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH PUSKESMAS TUNAS HARAPAN TAHUN 2012

-->
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang
         Salah satu hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2000 adalah Komitmen internasional untuk mencapai tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals / MDG’S) pada tahun 2015 sebagai solusi dari ketergantungan antar negara dalam meningkatkan kualitas hidup penduduk dunia. Ada 8 sasaran MDG’S dimana sasaran pertama dan keempat terkait langsung dengan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Kemudian dari delapan sasaran umum, dikembangkan melalui program Ditjen Bina Kesmas, Kementrian Kesehatan RI, dengan lima tambahan sasaran utama MDG’S, salah satunya yaitu meningkatkan cakupan antenatal, meningkatkan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, meningkatkan cakupan neonatal.
    Angka kematian martenal (martenal mortality) merupakan salah satu ukuran yang di gunakan untuk menilai keadaan pelayanan kebidanan (martenity care) dalam keadaan baik atau buruk. Menurut WHO kematian martenal adalah kematian seorang wanita waktu hamil atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan , terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang di lakukan untuk mengakhiri kehamilan. Angka kematian yang tinggi umumnya di sebabkan oleh 3 masalah : 1) masih kurangnya pengetahuan mengenai sebab akibat dan penanggulangan komplikasi penting dalam kehamilan, persalinan, dan nifas; 2) kurangnya pengertian dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi; 3) kurang meratanya pelayanan kebidanan yang baik bagi semua yang hamil (Prawirohardjo, 2009).
         Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) antenatal care  bertujuan  untuk mendeteksi dini terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Idealnya bila wanita hamil mau memeriksakan kehamilanya, bertujuan untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang mungkin ada atau akan timbul lekas diketahui, dan segera mendapatkan penanganan dengan melakukan antenatal care  (winkjosastro, 2006).
          Peningkatan kunjungan antenatal dari tahun 2004-2008, membuktikan bahwa semakin rendah angka drop out K1-K4 nasional dengan kata lain semakin banyak ibu yang melakukan kunjungan pertama pelayanan antenatal diteruskan hingga kunjungan keempat sehingga kehamilannya dapat terus di pantau oleh petugas kesehatan. Berdasarkan cakupan K4 per provinsi pada tahun 2008,  Bengkulu berada pada posisi ke 19(80,39%) dari 33 provinsi dengan cakupan tertinggi yaitu DKI Jakarta (95,78%) dan terendah yaitu Papua (38,46%) (Depkes RI, 2009).
         Pada tahun 2009 jumlah ibu hamil mencapai 46.641 yang melakukan pemeriksaan kehamilan yang mencakup K1 mencapai 42.478 (91,1%) dan K4 mencapai 39.869 (85,48%). Untuk kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2009 jumlah ibu hamil mencapai 7.313 yang melakukan pemeriksaan kehamilan yang mencakup K1 mencapai 6.359 (87%) dan K4 mencapai 6.541 (89,44%) (Dinkes Provinsi Bengkulu, 2009). Pada tahun 2010 ini terjadi peningkatan kunjungan KI mencapai 4,4 % sedangkan pada kunjungan K4 terjadi sedikit peningkatan sekitar 0,14 % dari tahun sebelumnya.
          Pada bulan desember 2011 terdapat 4.877 ibu hamil. Ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal K1 sebesar 4821(96,9%) dan ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatak K4 sebesar 4787(96,9%). Dari 5 Puskesmas yang ada di Kabupaten Rebong yang pencapaian cakupan K1 dan K4 sudah mencapai 100%, namun Puskesmas Tunas Harapan yang pencapain cakupan kunjungan K1 dan K4 masih 218 (96,5%) untuk K1 dan 222 (98,2%) untuk K4. Jika dibandingkan dengan Puskesmas lain masih dikatakan bahwa masih terdapat ibu hamil hamil yang belum memeriksakan kehamilannya  ke tenaga kesehatan (Dinkes Kabupaten Rejang Lebong).
           Dari sistem surveilens negara, PRAMS (Precnancy Rink Assesment Monitoring System) separuh wanita yang tidak atau terlambat menjalani pemeriksaan prenatal dengan alasan paling sering timbul adalah seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Alasan yang kedua tidak memiliki cukup uang atau asuransi untuk pembayaran pemeriksaan. Yang ketiga adalah ketidak mampuan untuk membuat perjanjian pemeriksaan (Cunningham.dkk,2005).
               Survei awal yang dilakukan oleh peneliti pada bulan april menunjukan hasil wanita yang melakukan pemeriksaan kehamilan dominan pada ibu dengan usia reproduktif, ibu dengan paritas multipara serta ibu dengan pendidikan menengah.
           Pengetahuan merupakan faktor penting dalam terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan adalah segenap hal yang diketahui tentang objek tertentu. Seseorang yang memiliki pengetahuan tinggi maka semakin kritis, logis dan sistematis cara fikirnya. Dengan demikian orang akan lebih mengerti mengenai tujuan pemeriksaan kehamilan dan manfaat pemeriksaan kehamilan.
          Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “ Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) di wilayah idak melakukan Pukesmas Tunas Harapan Tahun 2012 ”.
B.  Rumusan masalah
           Berdasarkan data yang didapat maka masalah peneliti ini adalah masih terdapat ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan kehamilannya ketenaga kesehatan. Dengan pertanyaan apakah terdapat hubungan antara usia ibu, paritas, tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, tingkat pengetahuan ibu dengan kunjungan antenatal care (ANC) di wilayah Puskesmas Tunas Harapan tahun 2012.
C.  Tujuan penelitian
1.    Tujuan umum
           Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor  yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.


2.    Tujuan khusus
a.       Mengetahui distribusi ibu hamil dengan kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.
b.      Mengetahui distribusi usia ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.
c.       Mengetahui distribusi paritas ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.
d.      Mengetahui distribusi pendapatan keluarga ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.
e.       Mengetahui distribusi pengetahuan ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.
f.       Mengetahui hubungan usia ibu  terhadap kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.
g.      Mengetahui hubungan jumlah anak terhadap kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.
h.      Mengetahui hubungan pendapatan keluarga ibu terhadap kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012 .
i.        Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang ANC terhadap kunjungan ANC di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.



D.  Manfaat penelitian
1.    Manfaat bagi puskesmas
Sebagai acuan dalam menyusun kebijakan untuk memberikan informasi tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan di wilayah Puskesmas Tunas Harapan Tahun 2012.
2.    Manfaat bagi praktisi
a.    Manfaat bagi program/Dinas Kesehatan agar dapat memberikan informasi dan masukan bagi perencanaan program pada Dinas Kesehatan
b.    Manfaat bagi tenaga kesehatan agar meningkatkan kualitas pelayanan pemeriksaan kehamilan.
c.    Manfaat bagi masyarakat sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak dan manfaat pemeriksaan kehamilan dalam upaya  mencegah kematian ibu.
3.    Manfaat bagi penaliti lain
       Dapat memberikan masukan yang luas dalam mengembangkan lebih lanjut penelitian ini dengan meneliti variabel yang berhubungan dengan kunjungan ibu ANC.





E.  Keaslian penelitian
Judul
Penulis
Desain
Populasi/Sampel
Hasil
Faktor – faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan K4 di desa sukarame kecamatan sukanagara kabupaten cianjur tahun 2006.

Felix kasim dan Theresia Monica Rahardjo
cross sectional
Berjumlah 117 orang ibu
Hasil yang didapat setelah uji chi square test, ternyata faktor kehamilan, pendidikan rendah(75,21% untuk SD dan 17,95 % untuk SMP), ekonomi rendah (77,78%), informasi mengenai K4 / penyuluhan (68,38%) dan rumor (58,12%) memiliki hubungan yang kuat (p < 0,05) dengan rendahnya cakupan K4 di desa sukarame.

Hubungan antara pengethuan ibu hamil tentang Antenatal Care dengan kunjungan pertama ibu hamil.

Netti Herlina dan Rachel Arinda
cross sectional
Semua ibu hamil yang melakukan ANC (40 responden)
Dari seluruh responden ibu hamil  yang memeriksakan kehamilan nya kerumah bersalin anugrah dukuh kupang surabaya berjumlah 40 orang  ,pengetahun ibu hamil tentang ANC hampir setengahnya (37,50%) mempunyai pengetahuan kurang dan sebagian besar (55,00%) melkukan kunjungan pertama setelah trimester 1/ lebih dari 14 minggu.
       Perbedaan penelitian ini dengan penelitian di atas adalah penelitian ini berjudul “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care (ANC) di wilayah Puskesmas Sambirejo Tahun 2012”.
       Variabel yang terdiri dari umur ibu, pendidikan ibu, pendapatan perkapita, jumlah paritas. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pengupulan sampel dengan mengunakan Total Sampling.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar